3 - Analisis Spasial

 Analisis Spasial

Analisis spasial merupakan teknik atau proses yang terdiri atas sejumlah perhitungan dan evaluasi logika (matematis) dalam rangka menemukan potensi hubungan atau pola-pola yang (mungkin) memiliki unsur-unsur geografis yang terkandung dalam data digital dengan batas wilayah tertentu (Sandi, 2012). Menurut Cromley dan Mc Lafferty (2002) dalam Achmadi (2012:58), analisis spasial merupakan kemampuan umum untuk menyusun atau mengolah data spasial ke dalam berbagai bentuk yang berbeda sedemikian rupa sehingga mampu menambah atau memberikan arti baru atau arti tambahan. 


Menurut Eddy Prahasta (2009), fungsi dari analisis spasial yaitu:

  1. Klasifikasi (reclassify), yaitu suatu kegiatan yang mengklasifikasikan kembali suatu data hingga pada akhirnya menjadi sebuah data spasial yang baru dan berdasarkan pada kriteria atau atribut tertentu.

  2. Jaringan atau Network, yaitu sebuah fungsionalitas yang merujuk pada data–data spasial titik- titik ataupun garis–garis sebagai jaringan yang tidak terpisahkan.

  3. Overlay, merupakan fungsionalitas yang menghasilkan layer data spasial baru, di mana layer tersebut merupakan hasil dari kombinasi minimal dua layer yang menjadi masukannya.

  4. Buffering, adalah fungsi yang akan menghasilkan layer spasial baru menghasilkan layer data spasial baru dengan bentuk poligon serta memiliki jarak tertentu dari unsur–unsur spasial yang menjadi masukannya.

  5. 3D Analysis, fungsi ini terdiri atas sub–sub fungsi yang berkaitan dengan presentasi data spasial yang terdapat di dalam ruang 3 dimensi atau permukaan digital.

  6. Digital Image Processing, untuk fungsionalitas ini nilai ataupun intensitas dianggap sebagai fungsi sebar atau spasial.

Pada pelaksanaannya, analisis spasial dapat dilakukan dengan jenis–jenis tertentu. Masing–masing jenis memiliki fungsi dan juga penggunaan yang berbeda–beda. Jenis–jenis dari analisis spasial berupa query basis data, pengukuran, fungsi kedekatan, model permukaan digital, klasifikasi, overlay, dan juga pengubahan unsur–unsur spasial query basis data. Query basis data sendiri digunakan untuk memanggil atau mendapatkan kembali atribut sebuah data tanpa harus mengganggu atau mengubah data yang sudah ada sebelumnya.Fungsi dari query basis data yaitu dapat dilakukan dengan cukup mudah, cukup menekan feature yang diinginkan. Namun, untuk query yang lebih lengkap dan kompleks, dapat menggunakan pernyataan kondisional (conditional statement). Pernyataan ini ternyata melibatkan beberapa operasi logis yaitu, AND, NOT, OR, XOR.

Comments

Popular posts from this blog

10 - Daya dukung dan Daya Tampung

13 - Kebencanaan (Bahaya, Kerentanan, Kapasitas dan Risiko)

2 - Data, Kualitas Data, dan Metadata