6 - Remote Sensing III

 Remote Sensing III

Karakteristik Orbit Satelit


Garis edar yang diikuti oleh satelit disebut dengan orbit. Satelit mengorbit sesuai dengan kemampuan dan tujuan sensor yang dibawa. Pemilihan orbit dapat bervariasi dalam terminologi ketinggian, yaitu ketinggian di atas permukaan bumi, arah dan rotasi yang relatif terhadap bumi.

  • Orbit Geostasioner. Satelit dengan orbit geostasioner memiliki ketinggian sekitar 36.000 kilometer. Kecepatan gerak rotasi sama dengan gerak rotasi bumi. Dengan ketinggian dan kecepatan yang sama dengan rotasi bumi ini, maka satelit tersebut dapat mengamati suatu wilayah secara terus-menerus di setiap waktu. Satelit ini dapat mengamati berbagai perubahan yang terjadi setiap saat untuk wilayah yang diamatinya. Satelit ini seakan-akan selalu berada ditempatnya (geostasioner).  

  • Near Polar Orbits. Satelit dengan orbit Near Polar mengelilingi bumi dengan arah utara–selatan tegak lurus dengan perputaran bumi, atau sebaliknya. Pada saat satelit berada pada bagian muka bumi yang berhadapan dengan matahari, sensor merekam pantulan energi matahari yang mengenai muka bumi. Pada saat satelit berada pada area bayang-bayang (malam), beberapa sensor seperti sensor termal masih dapat merekam energi yang dipancarkan oleh permukaan bumi. Satelit akan merekam ulang area yang sama pada rentan waktu tertentu. Rentang waktu perekaman ulang area yang sama ini disebut sebagai resolusi temporal.


Interpretasi dan Analisis Citra


Interpretasi dan analisis citra inderaja meliputi identifikasi dan atau pengukuran bermacam-macam obyek agar dapat mengekstrak informasi yang bermanfaat tentang obyek tersebut. Pada umumnya interpretasi dan identifikasi obyek pada citra inderaja dapat dilakukan secara manual/visual (dengan indera mata). Dalam banyak kasus ini dilakukan menggunakan citra yang disajikan dalam bentuk pictorial maupun format foto yang tidak tergantung pada tipe sensor dan bagaimana data dikumpulkan. Dalam kasus ini dikatakan bahwa data mempunyai format analog. Citra inderaja dapat dipresentasikan dengan komputer sebagai kumpulan piksel dimana setiap piksel berkorespondensi dengan angka dijital (digital number) yang menyatakan tingkat kecerahan piksel tersebut pada citra. Oleh sebab itu dikatakan data tersimpan dalam bentuk dijital. Interpretasi visual mungkin dapat dilakukan dengan sajian dijital pada layar komputer. Analog dan dijital dapat ditampilkan dalam hitam-putih (monokrom) atau berwarna yang merupakan kombinasi beberapa spektral (band). 

  • Interpretasi Visual, Pengenalan target/obyek merupakan kunci untuk melakukan interpretasi dan ekstraksi informasi. Pengamatan perbedaan-perbedaan antara target/objek dan latar belakangnya meliputi perbandingan target berbeda berdasarkan beberapa atau semua elemen-elemen visual seperti derajat keabuan (tone), bentuk (shape), ukuran (size), pola (pattern), tekstur (texture), bayangan (shadow) dan asosiasi (association). Interpretasi visual menggunakan elemen-elemen ini yang sering berkaitan dengan kehidupan sehari-hari secara sadar atau tidak. 

  • Pengolahan Citra Digital, Sekarang dengan perkembangan teknologi komputer maka hampir semua data inderaja disimpan dalam bentuk digital sehingga secara ‘virtual’ semua proses interpretasi dan analisis citra melingkupi beberapa elemen pengolahan digital. Pengolahan citra digital meliputi beberapa prosedur termasuk memformat dan mengoreksi data, perbaikan secara digital untuk memfasilitasi interpretasi visual lebih baik bahkan mengklasifikasi seluruh obyek secara otomatis dengan komputer. Agar dapat mengolah citra inderaja secara digital maka data harus disimpan dalam bentuk digital.

Pengolahan citra digital : 

1. Preprocessing 

2. Image Enhancement 

3. Image Transformation 

4. Image Classification and Analysis Pengolahan citra digital

  • Integrasi data dan analisis, Integrasi data pada prinsipnya meliputi kombinasi atau penggabungan data dari beberapa sumber untuk dapat mengekstrak informasi lebih banyak dan lebih baik. Hal ini terkait dengan data yang bersifat multitemporal, multiresolusi, multisensor dan multi-tipedata. Data yang direkam dengan waktu perekaman yang berbeda dan selanjutnya diintegrasi pada umumnya digunakan untuk melakukan analisis perubahan yang terjadi pada daerah yang diteliti. 


Comments

Popular posts from this blog

10 - Daya dukung dan Daya Tampung

13 - Kebencanaan (Bahaya, Kerentanan, Kapasitas dan Risiko)

2 - Data, Kualitas Data, dan Metadata